Indahnya kebersamaan

Nggak terasa kita telah berada di penghujung bulan Ramadhan. Selain itu juga nampaknya Kota Padang sendiri sudah mulai sepi, karena rata-rata orang ingin merayakan hari lebaran di kampung mereka masing-masing. Menjalin silaturahmi ketika lebaran memang sangat mengasyikkan, karena event seperti ini merupakan event yang sangat di tunggu-tunggu bagi kita semua (khususnya bagi umat Islam).

Yang uniknya, karena orang Minang lebih dikenal dengan orang yang memiliki image ‘perantau’, oleh karena itu kita bisa melihat bahwa banyak para perantau-perantau yang kembali ke kampungnya masing-masing. Wah, saya bisa bayangkan betapa indahnya berkumpul kembali ditengah-tengah keluarga setelah selama ini biasanya jarak yang memisahkan.

Selamat Datang kembali Dun Sanak, semoga kebersamaan ini bisa memberikan hikmah, keindahan, serta berkah untuk kita semua. Amin..

Selanjutnya..

Nyicil darah

Ada sepasang kekasih bernama Mirnah dan Opaik. Suatu hari sang Dewi (Mirnah) kecelakaan hebat, kemudian Mirnah segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat. Ternyata Dokter menginformasikan bahwa terjadi pendarahan dalam pada bagian kepalanya yang menyebabkan Mirnah membutuhkan darah untuk ditransfusikan. Tapi.., karena stok darah yang sesuai dengan golongan darah Mirnah di Rumah Sakit tersebut sedang kosong, jadi pihak Rumah Sakit hanya bisa menunggu serta berusaha menginformasikan agar bisa mendapatkan darah dengan golongan BA (hihihi.., nggak ada golongan BA ya. Itu sih Plat Nomor Kendaraan di Padang).

Tak lama kemudian, Sang Arjunanya Mirnah pun bertemu dengan Dokter dan menanyakan bagaimana keadaan pujaan hatinya tersebut. Tapi setelah mendengar bahwa Mirnah membutuhkan darah bergolongan BA, spontan si Opaik langsung bilang, “Pak, apapun akan saya lakukan untuk Mirnah Pak. Tolong dia ya pak, mambana wak pak!!”. “Iya, akan saya usahakan. Tapi yang jadi masalah, Mirna saat ini membutuhkan transfusi darah”, jawab Dokter. Secara spontan lagi Opaik langsung menawarkan diri, “Pak, saya mau mendonorkan darah saya pak. Saya dan Mirnah sama-sama Orang Padang pak, dan juga sama-sama memiliki golongan darah BA pak”. “Baiklah, silahkan..”, sahut pak Dokter.

Setelah Opaik mendonorkan darahnya, beberapa hari kemudian Mirnah sudah mulai siuman dan nampak agak baikan. Opaik pun merasa sangat senang karena pujaan hatinya dapat sembuh meskipun kondisinya masih lemah. Tapi setidaknya, ia berfikiran bahwa usahanya dan doanya tidak sia-sia.

Dua bulan kemudian, kondisi Mirnah sudah seperti diri Mirnah biasanya. Karena Opaik sangat merindukan jalan-jalan berdua dengan Mirnah, ia pun mengajak jalan-jalan Mirnah untuk sekedar refreshing. Namun, ternyata dalam perjalanan, terjadi perang yang sang dahsyat yang menyebabkan Opaik patah hati. Pertengkaran tersebut sebenarnya hanya karena salah paham, tapi Opaik sudah langsung memberikan keputusan “putus” dengan si Mirnah. Akhirnya…., mereka pun putus. Namun sebelum mereka berpisah, Opaik mengatakan sesuatu yang dulu pernah ia berikan pada Mirna. “Balikin darah gue!! Dasar nggak tahu diuntung kamu, udah ditolongin darah tapi ternyata kamu teganya selingkuh dengan pria lain!”, kata Opaik sebelum pergi.

Setelah mereka benar-benar berpisah, satu bulan berikutnya Mirnah tiba-tiba datang ke rumah Opaik. Opaik pun kaget dan bingung kenapa Mirna datang ke rumahnya ketika itu. “Ngapain kamu kesini”, Tanya Opaik dengan judes. Kemudian Mirnah melemparkan pembalut kepada Opaik, “Nih!! Saya cicil hutang darah saya ke kamu”, kata Mirnah.

Selanjutnya..

Belajar sambil melakukan

Ternyata membuat blog mengasyikkan juga. Maklum, walaupun baru kenal yang namanya html-html-an, tapi itupun masih dalam tahap belajar. Nggak salah kalau kata teman saya, bikin blog juga memerlukan kesabaran. Sabar dalam mengedit, optimisasi, juga segala hal yang berhubungan dengan layout agar terlihat menarik. Tapi kalau tak pikir-pikir, botak juga lama-lama belajar masalah beginian. Mungkin karena saya tidak punya dasar tentang pelajaran beginian kali ya, apalagi latar belakang pendidikan saya juga nggak pas sama bidang per-blog-an.

Tapi, itu bukan alasan. Karena seperti pepatah yang sudah lama kita dengar, ‘tidak satu jalan menuju roma’, atau ‘ dimana ada kemauan, disitu ada jalan’ . Ilmu apapun kalau kita memiliki kemauan dan serius dalam mempelajarinya, pasti bisa. Karena sebuah kepandaian akan sangat bermanfaat jika kita menerapkannya secara langsung. Istilahnya, praktek.

Trus tadi pas lagi melihat gitar, langsung kepikiran untuk belajar bikin blog lagi. Berhubung saya juga suka main gitar, nggak ada salahnya coba bikin blog tentang lagu & chord yang dinyanyikan oleh band-band dari tanah air (promosi nih..). Meskipun masih baru dan juga masih sedikit materinya, tapi ndak baa doh, yang penting belajar. Siapa tahu aja bisa bermanfaat bagi orang lain.

Mau pintar dalam bidang apapun..? Makanya belajar.., ngeblog yup.. ;-)

Selanjutnya..

Koneksi putus, bikin gemes

Aduh, bener-bener gemes rasanya kalo kita lagi enak-enaknya mengerjakan sesuatu, tapi tiba-tiba terganggu. Berhubung ngabisin jatah bandwith karena jatah saya masih cukup lumayan, tapi ternyata saya bener-bener mengalami hal yang membingungkan. Waktu menggunakan paket office (dengan quota 3GB/bulan) dengan Telkomspeedy, Koneksi internet saya biasanya bulan-bulan kemarin lancar-lancar aja, tapi nggak tahu kenapa sekarang justru koneksi sering putus-putus. Yang bikin heran, pas kemarin kami memakai paket Office lancar-lancar aja tak pernah ada masalah sedikitpun. Tapi ketika turun kembali ke paket personal, yang ada justru mati, mati, mati, mati, mati, dan mubazir deh nih bandwith akhirnya. Huff…, baru semangat-semangatnya belajar ngeblog, eee.. begini jadinya. Apakah karena saya cuma pakainya paket personal kali ya, jadi tidak terlalu diprioritaskan. Istilahnya gak terlalu pengaruh-pengaruh amat.

Ini bukan yang pertama kalinya terjadi, tapi ntah sudah yang keberapa kali. Beberapa bulan yang lalu (sebelum menggunakan paket Office) saya juga sering mengalami hal ini. Tapi karena saya berniat patungan sama teman-teman kost untuk bisa nge-net bareng, saya up ke paket office, dan bulan kemarin teman-teman sudah kekurangan dana, saya turunkan lagi paketnya ke personal (quota 1GB/bln)

Karena penasaran dengan kejadian yang bikin gemes ini, saya test modemnya nggak ada masalah, saya test jalur telepon rumah yang saya gunakan juga ngga’ ada masalah. Tapi yang jadi masalah, ketika saya menghubungi operator dari hp saya untuk melakukan pengaduan, jawabannya “Periksa nomor tujuan anda kembali!”. Tapek dech…

Wew.., kok tiba-tiba saya menjadi destruktif ya. Tapi biarlah, kalo ditanggapi dengan positif kan kesannya nggak destruktif, tapi justru membangun. Mungkin harus coba pakai Mini Browser kali nih ya.., meskipun agak lemot, tapi murah..

Selanjutnya..

Tidak semua lagu Minang itu sedih

Banyak juga orang mengatakan bahwa lagu minang itu rata-rata memiliki irama dan makna yang sedih-sedih, atau istilah bahasa padangnya ‘maratok’. Apa benar?

Terinspirasi gara-gara salah seorang teman saya mengatakan hal tersebut ketika saya kangen dan tiba-tiba ingin mendengar lagu-lagu minang. Menurut saya, tidak semua lagu minang itu sedih. Karena banyak juga lagu-lagu minang yang memiliki konsep menceritakan pengalaman, lucu, dan bahkan berisi sindiran yang dikemas dengan nuansa unik, rata-rata sekarang ini dengan nuansa yang agak-agak nge-disko, atau sebutan orang sekarang biasanya adalah RnB. Tapi selain itu memang banyak juga lagu-lagu Minang yang memiliki kesan sedih. Seperti musik serta makna dari liriknya. Dan yang uniknya, siapapun yang mendengar (asalkan mengerti bahasa Minang/Padang) pasti akan terbawa suasana, setidaknya mereka akan terhanyut dengan alunan musik tersebut.

Tapi.., meskipun banyak orang yang telah menggambarkan tentang musik minang adalah musik maratok, saya yakin banyak juga yang menyukai musik/lagu-lagu minang. Mungkin termasuk anda?

Jika anda juga beranggapan bahwa musik minang adalah musik maratok / lagu sedih, tidak selalu benar. Karena banyak juga terdapat lagu-lagu minang yang memiliki nuansa atau kesan yang memiliki makna sindiran, pengalaman hidup, realita, yang di aransemen dengan nuansa menggelitik bagi siapapun yang mendengar.

Selanjutnya..

Pasar Raya Padang mulai ramai dikunjungi

Pasar Raya Padang, bagi anda yang tinggal di Kota Padang pasti sudah tahu dengan lokasi ini. Berhubung sudah beberapa hari terakhir jarang keluar, dan sudah dua hari ini saya sekedar jalan-jalan bersama teman-teman untuk sekedar cuci mata, ternyata perubahannya sangat signifikan sekali. Biasanya pada hari-hari biasa tidak seperti yang saya lihat. Tapi ketika saya main kesana, ternyata sangat ramai sekali. Sayapun bertanya kenapa tidak seperti biasanya, melihat beberapa pedangang menjajakan sandal langsung teringat dengan hari H. Yaitu hari yang kita tunggu-tunggu yang dijuluki sebagai hari yang Fitrah, yaitu lebaran. Padahal sepertinya baru kemarin kita menjalankan ibadah puasa, tapi tidak sadar ternyata saat ini orang-orang telah mempersiapkan kebutuhan atau persiapan yang sekiranya mungkin diperlukan untuk hari lebaran.

Bukan hanya Pasar Raya. Namanya juga jalan-jalan, sekaligus mengunjungi beberapa tempat perbelanjaan di kota padang, rata-rata menurut saya mulai ramai di kunjungi. Meskipun perekonomian sangat sulit saat ini, tidak habis pikir bahwa memang sudah seharusnya kita mulai memenuhi kebutuhan yang sekiranya diperlukan untuk hari lebaran. Karena ini bermanfaat untuk dapat mengantisipasi kelonjakan harga yang bisa saja selangit.

Selain itu hikmah dari realita ini adalah alangkah lebih baiknya jika kita tetap mendahulukan kebutuhan daripada keinginan, apalagi di zaman susah sekarang ini. Semua serba sulit, perekonomian sulit kemudian diiringi dengan mahalnya harga-harga barang kebutuhan. Oleh karena itu, dengan berhemat atau mengefisiensikan sesuatu bisa juga menjadi penekan biaya yang harus dikeluarkan.

Itu bukan masalah. Tapi mengingat dan menimbang, sepertinya kita harus termotivasi kembali karena bulan suci ramadhan perlahan akan meninggalkan kita semua. Oleh karena itu, ini bisa dijadikan motivasi agar kita lebih serius dalam menjalankan ibadah puasa yang hanya tinggal beberapa hari lagi ini. Semangat semangat semangat. Karena kita belum tentu dapat berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan.

Selanjutnya..

Tulisanku tentang musik Indonesia

Nggak sengaja dengar ringtone handphone teman dengan lagu yang cukup unik, “Nggak ada ujan nggak ada ojek, becek, becek”. Langsung inget sama mas Dhani yang pernah bilang bahwa ternyata musik Indonesia perkembangannya cukup pesat sekali. Slank, Ungu, Dhani Ahmad, atau musisi-musisi baru yang telah berhasil menerangi musik Indonesia seperti ST12, Vagetoz, D’Massive, The Changcuter, dll, ini benar-benar membuktikan bahwa ternyata musik bukan hanya sebagai hiburan atau juga untuk ajang ekspresi, tapi kita harus menyadari bahwa dengan musik ternyata juga justru bisa mengharumkan nama bangsa.

Berdasarkan kenyataannya, berkompetisi di industri musik sedikitnya saya tahu bahwa itu membutuhkan stategi yang jitu. Bukan hanya memikirkan bagaimana caranya agar musiknya bisa diterima orang banyak atau bukan hanya berfikir bagaimana caranya agar cepat tenar dan banyak fans, tapi bagaimana caranya agar bisa survive dan exist di belantika musik indonesia (gaya aku, kaya’ pengamat musik aja niy).

Karena untuk sekarang ini kita bisa lihat bahwa cukup banyak band-band baru yang berhasil mengantarkan musiknya dapat diterima oleh banyak orang, juga tentunya dengan karakter serta dengan warna musik dari masing-masing band. Dan kalau ditanyakan bagaimana masing-masing diantara mereka bisa mendapatkan kesuksesan, itu juga bukan sebuah jalan yang mudah. Sebagai proses pembelajaran, untuk dapat bertahan ke depannya bukan hanya sekedar berambisi atau untuk mendapatkan popularitas. Pokoknya menurut saya cuma satu kata, salut! Salut untuk band indo, semoga mereka tetap menelurkan music/lagu-lagu yang enak di dengar.

Selanjutnya..

Rasa manusiawi

Kesulitan ekonomi memang bisa menyebabkan kejahatan, istilahnya menghalalkan segala cara demi mendapatkan keuntungan semata. Padahal jika dilihat berdasarkan resiko yang ada, seharusnya kita bisa menyadari bahwa melakukan kejahatan sebenarnya tidak boleh dilakukan. Realitanya sekarang ini banyak sekali motif kejahatan yang biasanya dilakukan oleh oknum-oknum penjahat, seperti copet, penodongan, perampokan, dan bahkan sampai pembunuhan. Memang terdengar sangat mengerikan, tapi semua itu selain dari faktor kesempatan, tapi faktor ekonomi juga merupakan salah satu faktor yang bisa dianggap sebagai alasan mengapa mereka melakukan tindak kejahatan.

Apalagi kondisi sekarang ini. Kesulitan ekonomi, ditambah dengan event yang memang benar-benar membutuhkan dana yang lumayan, seperti lebaran. Sekarang saja kita bisa melihat realita yang terjadi, para pedagang menjual dagangannya yang seharusnya sudah tidak layak lagi untuk di jual dan bahkan sudah tidak layak di konsumsi. Seperti daging gelondongan, daging olahan (busuk), kasus formalin, dsb. Realita tersebut membuat saya geram, karena apakah mereka tidak berfikir bahwa yang dijual sangat berbahaya bagi kesehatan konsumennya, terutama yang mengkonsumsi. Setidaknya mereka memiliki rasa manusiawi, bahwa pembeli-nya adalah manusia!

Mengingat semua ini seperti lingkaran setan, entah siapa yang harus disalahkan. Tapi setidaknya kita berharap, bahwa rasa manusiawi adalah ‘rasa dari segala rasa’.

Tanpa rasa manusiawi, kita bisa melakukan apa saja tanpa memikirkan bahwa seharusnya kita saling bergandengan, bukannya saling memfitnah, menindas, menyakiti, bahkan membunuh.

Selanjutnya..

Setan Penakut

Si Anton kesal dengan salah seorang temannya, oleh karena itu Anton berniat melakukan sesuatu hal yang dianggapnya bisa menakuti temannya tersebut. Dan dalam hal ini, Anton menggunakan Ilmu Gaib untuk menakuti temannya tersebut. Ketika Proses sedang berlangsung, maka terjadi percakapan dengan si Setan:

Anton : Tan, Gue minta tolong sama loe yah. Tolong loe kerjain tuh si Ramli, anak gang sebelah, yang gayanya agak sombong itu. Soalnya gue kesel sama dia.

Setan : Baik Juragan, akan saya laksanakan. Tapi, nanti saya dapet tumbal kan juragan?!

Anton : Dapet!! Ntar gue kasih anak tikus loe! Kerja aja belum udah nanya tumbal, yang penting kerjain dulu, masalah itu sih gampang. Bisa kan loe?!

Setan : Siap juragan, saya akan selalu menunaikan perintah juragan. Sekarang Ramli tinggalnya di nomor berapa Juragan?

Anton : Loe jalan aja ke gang sebelah, trus loe cari rumahnya yang paling gede, itu rumah dia. Kalo udah ketemu, loe harus kerjain dia habis-habisan ya, kalo perlu, sampe kencing di celana dia-nya. Bisa kan?!?

Setan : Siap juragan!!

Anton : ya udah, sekarang loe pergi dah.

[setelah 30 menit kemudian, si Setan kembali dengan tampang kusut pada Juragannya]

Anton : Hahahah, pinter juga loe. Gimana, berhasil nggak?! Loe emang piaraan gw yang paling pinter.

Setan : [Sambil cemberut] Nggak berhasil bos, percuma!!!

Anton : Percuma??!?! Maksud loe?!?!?!

Setan : Ternyata si Ramli lebih menyeramkan daripada saya bos..

Selanjutnya..

Pesona Teluk Bayur

Bingung mau posting apaan, dan kebetulan berhubung masih ada referensi foto, jadi teringat waktu jalan-jalan sambil mancing sebelum puasa kemarin dengan teman-teman. Menghilangkan stress dengan jalan-jalan itu memang mengasyikkan, apalagi jika kita jalan-jalannya bersama teman-teman, atau mungkin bisa jadi dengan keluarga.

Bagi anda yang berada di kota padang, atau mungkin orang padang, pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Teluk Bayur. Sebuah daerah yang terkenal dengan pemandangannya yang juga menawan, selain di sana juga terdapat pantai yang cukup menjadi objek wisata masyarakat kota padang dan bahkan dari luar kota. Mungkin pesona Teluk Bayur hanya terkenal dengan image ‘dermaga’, tapi sebenarnya menurut saya Teluk Bayur merupakan salah satu tempat yang cukup anggun untuk dikunjungi, tempat sekedar untuk jalan-jalan, duduk-duduk sambil menikmati pemandangan pantai dan lautan lepas, serta salah satu lokasi memancing.

Sepanjang perjalanan anda akan menemukan barisan bukit-bukit dengan pemandangan yang sangat alami. Selain itu, jika anda terus menyusuri sepanjang jalan Teluk Bayur (menuju Pesisir Selatan), anda juga dapat menemukan beberapa lokasi menarik, seperti Pantai Nirwana, Pantai Caroline, Pantai Carocok yang memiliki pemandangan dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Jika anda bingung mencari lokasi untuk jalan-jalan, bersantai, atau memancing, Teluk Bayur bisa anda jadikan salah satu lokasi untuk melepaskan stress anda.

Nb: Gambar diambil dari lokasi TPI (Tempat Pelelangan Ikan), Teluk Bayur

Selanjutnya..

Ternyata itu berbeda

Rasa sayang dan cinta pasti dimiliki oleh setiap orang, dan sudah bersifat alamiah bahwa manusia (bahkan makhluk hidup sekalipun) ingin memberikan dan mendapatkan hal tersebut. Mungkin tidak jarang jika anda sering mengungkapkan kata-kata tersebut kepada seseorang ataupun pada suatu objek. Sayang, dan Cinta. Dua kata yang mungkin kadang-kadang membuat kita bingung terhadap persepsi sebenarnya. Bahkan terus terang, saya pun terkadang bingung untuk mendapatkan pengertian serta perbedaan dari kata tersebut ketika berada pada sebuah situasi atau kondisi yang benar-benar harus dimengerti.

Karena rasa penasaran dan ingin tahu, saya mencoba menuliskan tentang arti dari kata-kata tersebut. Meskipun arti dari masing-masing kata tersebut memiliki kedekatan, tapi sebenarnya makna dari kata tersebut sangat berbeda. Berdasarkan kamus bahasa Indonesia, kata sayang memiliki arti atau makna ‘Rasa mengasihi’, sedangkan cinta merupakan ‘Suka sekali’. Dari makna kedua kata tersebut memang memiliki makna yang sangat tipis sekali, tapi jika diperhatikan kembali antara rasa mengasihi dan suka sekali sebenarnya memiliki perbedaan yang bisa membuat kita untuk lebih memahaminya kembali. Sebuah contoh umum yang biasanya sering kita temui adalah ketika mengungkapkan salah satu dari kata tersebut. “Saya sayang kamu”, atau “Saya cinta kamu”. Jika dikaitkan dengan objek atau sebuah benda, mungkin makna dari kata-kata tersebut tidak begitu masalah. Tapi, jika kita menentukan objek tersebut kepada seseorang, makna tersebut sangat berbeda. Sayang (Rasa mengasihi), akan dibatasi oleh sebuah perasaan mengasihi, sedangkan Cinta (Suka sekali), memiliki makna sangat menyayangi, mengasihi, atau bahkan perasaan ingin memiliki.

Dari makna tersebut kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa ternyata suka, sayang, dan cinta itu berbeda.

Selanjutnya..

Introspeksi Ramadhan

Selagi masih berada dalam awal-awal kita menjalankan ibadah puasa, sudahkah kita mengintrospeksi ibadah puasa kita kemarin? memang baru beberapa hari kita menjalankannya, tapi justru dengan mengingat dan mengintrospeksi, kita bisa menjadikan sebagai tolak ukur bagaimana dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki ibadah kita agar lebih baik daripada hari kemarin. Sebagai umat Islam kita pasti menginginkan menjadi orang yang bisa meraih kemenangan, terutama di bulan suci ini. Segala amal ibadah akan berlipat ganda, meskipun itu hanya sebuah amal baik.

Maka dari itu, selagi masih berada di awal-awal bulan Ramadhan. Tidak ada salahnya kita kembali untuk saling mengingatkan, terutama mengingatkan diri sendiri untuk dapat meraih ketakwaan sesuai dengan yang diharapkan. Karena Puasa di bulan Ramadhan bukan berarti hanya menahan haus dan lapar, tapi juga menahan semua aspek yang bisa menjadikan diri kita jauh dari Allah. Seperti menahan emosi, menahan nafsu, berburuk sangka, dan keutamaannya adalah bersabar.

Tidak ada manusia yang sempurna. Maka dari itu saya juga sebagai manusia biasa ingin saling mengingatkan, sudahkah diri kita melakukan ibadah untuk menuju kemenangan?

Selanjutnya..