Nongkrong di Pantai Bung Hatta


Kalau beberapa hari yang lalu saya menuliskan tentang bijaksana terhadap alam, sekarang realitanya justru sebaliknya. Karena sudah beberapa hari ini Kota Padang memiliki suhu yang cukup membuat kita gerah alias panas sekali. Tapi hal tersebut membuat kita menjadi sadar bahwa ternyata perubahan iklim yang terjadi memang sangat mempengaruhi keadaan iklim di Sumatera Barat, termasuk di Kota Padang sendiri.

Tapi asyiknya… dan berhubung sudah beberapa hari tidak hujan saya jadi bisa hang out (halah.. kaya orang metropolis ajah..!) bareng temen-temen di Pantai Ulak Karang. Kalau anda berada di Padang, atau mungkin orang asli Padang, pasti anda sudah tidak asing lagi dengan daerah Ulak Karang. Posisi Ulak Karang memang tidak jauh dari pantai, dan sebutan pantainya kalau orang-orang bilang adalah Pantai Bung Hatta. Kenapa namanya Pantai Bung Hatta? Ya karena memang posisi-nya berada di dekat sekitar kampus Bung Hatta Padang. Memang di sekitar Pantai Bung Hatta tidak memiliki keunikan apa-apa dibanding dengan Pantai Padang, tapi duduk-duduk di sekitar pantai tersebut bersama teman-teman (atau bisa jadi dengan orang yang special) memiliki keasyikan tersendiri. Menikmati sunset ketika cuaca lagi bersahabat, menurut saya bisa menyegarkan fikiran yang lagi suntuk. Selain itu, biasanya disana juga ada orang-orang yang melepaskan hobi-nya untuk bertarung melawan ombak (surfing). Meskipun ombaknya tidak terlalu mendukung untuk surfing, tapi cukuplah rasanya untuk melepaskan rasa rindu mereka untuk ber-surfing ria.

Bagi anda yang pengen tahu kondisi-nya bagaimana, cobain aja nongkrong disana (promosi nih ceritanya). Sebenarnya, Pantai Ulak Karang bukanlah satu-satunya pantai yang bisa di jadikan tempat nongkrong. Tapi disini saya sadar, bahwa ternyata Sumatera Barat (termasuk kota Padang) memiliki objek wisata atau tempat-tempat menarik yang bisa dijadikan tempat bersantai atau rekreasi.

Ke depannya, Insya Allah saya akan mencoba mengulas tempat-tempat yang berada di seputaran Kota padang deh.. biar semua orang tahu bahwa Allah memberikan potensi yang luar biasa yang menjadikan Kota Padang tercinta ini memiliki pesona yang tidak kalah di banding tempat lainnya.

Selanjutnya..

Bijaksana terhadap alam

Cuaca sekarang ini memang tidak dapat di tebak. Kadang-kadang panas, kadang-kadang hujan, dan yang bingungnya kadang-kadang mendung seperti mau hujan tapi ternyata tidak hujan. Teringat dengan pelajaran yang pernah di dapat di bangku sekolah bahwa nama-nama bulan yang berakhiran -er biasanya adalah musim hujan. Ternyata memang benar juga, meskipun beberapa tahun yang lalu justru yang terjadi adalah kebalikannya.

Kota padang memang panas, tapi sekarang ini justru menurut saya cocok dengan istilah pada Kota Hujan. Karena memang akhir-akhir ini hujan selalu membasahi kota ini.

Bukannya saya tidak mensyukuri nikmat, karena bagaimanapun hujan juga merupakan berkah dari Allah. Air yang membasahi bumi bisa bermanfaat untuk sumber kehidupan. Tapi…, jika kita tidak bisa mengantisipasi dari dampak musim hujan ini justru berakibat fatal. Seperti banjir, atau longsor. Maka dari itu, tidak ada salahnya kita mempersiapkan kembali agar dapat mengantisipasi jika mungkin kedua hal tersebut terjadi. Karena berdasarkan informasi yang saya dapatkan, hingga awal Desember curah hujan cukup tinggi. Banjir dan tanah longsor merupakan fenomena alam yang biasanya sering terjadi ketika musim hujan. Selain itu, jika di kaji secara lebih dalam. Penyebab kedua hal itu adalah ulah kita juga. Banjir di sebabkan karena sistim drainase yang kurang, belum lagi di tambah sampah-sampah yang di buang tidak pada tempatnya. Penebangan hutan secara tidak bijaksana juga dapat memicu terjadinya longsor. Maka dari itu, apapun yang terjadi pada alam adalah cerminan dari dalam diri kita.

Jika kita bersahabat dengan alam, maka alam-pun akan bersahabat dengan kita. Seperti Pepatah Minang yang sering di ucapkan oleh teman-teman saya, bahwa “Alam takambang manjadi lapiak”. Jadi, cobalah kita lebih bersikap bijaksana dan bersahabat dengan alam :)

Selanjutnya..

Coretanku

Aku ingin bebas mencintaimu
Apa adanya…
Seperti burung yang terbang lepas bebas
Seperti udara yang ku hirup

Tapi terkadang entah kenapa…
Hatiku gundah di saat kepak sayapku terluka
Seakan aku tidak memiliki segala rasa yang ada
Meskipun aku yakin semua itu ada,
Ada tanpa ku sadari, tiada tanpa ku kehendaki
Namun semua bisa ku mengerti
Bahwa yang ku rasa adalah sebuah ketakutan,
Takut oleh sebuah rasa yang aku takutkan
Yang membuatku tak bisa terbang,
Yang membuatku tak bisa bernafas,
Seperti aku yang mengharapkan semua itu.

Ketika yakin ku bahwa itu ada,
Seperti keinginanku tuk berikan yang terbaik,
Seperti harapanku tuk meraih yang terindah.

Pernah suatu masa ku mencoba semua itu,
Ku berdiri di puncak bukit indah.
Aku melompat…, aku ingin terbang
Dan…., ternyata aku malah mati…
Karena aku tidak sadar…
Bahwa aku bukanlah burung…
(yang bisa terbang!!!)

Selanjutnya..

Pergi untuk menggapai harapan

"Satu persatu teman pergi untuk mengejar mimpi dan cita-cita, ketika itulah kita juga merasa satu per satu ada yang hilang dari kehidupan dan hari-hari yang kita jalani'.

Mungkin itulah salah satu faktor yang menyebabkan mengapa kita sering terpisah dengan teman-teman, sahabat, mungkin juga dengan orang yang terdekat dengan kita. Kita semua memiliki harapan yang harus di kejar, sebuah mimpi yang harus di ungkapkan. Seperti menggapai bayangan yang dilihat dari kejauhan. Dimanapun dan kemanapun itu harus tetap di kejar. Meskipun semua itu terlihat jauh, tapi justru kita jangan menyerah untuk mengejarnya.

Hanya ingin sekedar mengungkap tentang persahabatan sejati, yang orang bilang itu sebenarnya tidak ada. Bukannya tidak ada, tetapi bisa jadi karena faktor tersebut anda bisa menyadari bahwa semua diantara kita memiliki visi dan misi yang harus di capai. Dan ketika ingin mencapainya, kita di tuntut untuk berada pada suatu tempat atau lokasi dimana kita harus beradaptasi kembali dengan lingkungan disana. Dalam kehidupan pasti ada pengorbanan meskipun itu terasa berat, termasuk ketika kita harus pergi meninggalkan lingkungan, teman, atau orang-orang yang biasanya berada diantara kita. Mencari peluang yang lebih besar di tempat lain akan lebih baik daripada kita hanya diam, atau mungkin hanya bisa memikirkan apa yang harus dilakukan.

Sesuai dengan orang Minang, yang tersebar di seluruh pelosok negeri ini. Tidak salah jika banyak orang yang mengatakan bahwa dimanapun daerahnya, pasti terdapat orang Minang. Apalagi dengan image orang Minang yang telah dikenal dengan istilah ‘Perantau’. Mungkin hal ini bisa menjadi salah satu sebab kenapa banyak orang Minang yang merantau, selain untuk mencari rezeki, pastinya mereka juga menginginkan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Bukannya saya ingin mengkotak-kotakkan, tapi ini adalah pertanyaan yang sempat membuat saya (mungkin juga anda) bingung kenapa banyak orang Minang yang merantau. Bisa jadi, faktor lainnya adalah masih kurangnya lowongan pekerjaan yang dianggap memiliki prospek yang cerah di sini, sehingga banyak diantara teman-teman atau saudara-saudara kita yang memilih untuk berjuang di daerah lain. Tapi bagaimanapun, seperti kutipan dalam lagu Minang, “tinggi-tinggi tabangnyo bangau, turunnya ke kubangan juo”. Sejauh apapun merantau, kalau ada umur panjang pasti akan kembali ke kampung halaman.

Selanjutnya..

Kota Padang ramai lagi...

Kota Padang sekarang sudah ramai lagi…, berhubung beberapa hari yang lalu (sampai saat ini) peyebab yang membuat kota padang agak sepi, tapi sekarang sudah berangsur normal. Karena memang penduduk di kota Padang sendiri mayoritas adalah pelajar/mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota ini. Misalnya seperti daerah Labor, Andalas, Asratex, dsb. Lokasi-lokasi tersebut adalah dimana lokasi yang cukup banyak terdapat mahasiswa yang tinggal/nge-kost di sekitar daerah tersebut.

Contoh nyatanya ya seperti hari ini, teman-teman di kost-an pun sudah hadir semua. Berbeda sekali halnya dengan beberapa hari yang lalu, yang sempat membuat saya boring karena sepi. Ditambah lagi dengan melihat banyak orang yang berkumpul sama keluarganya, so membuat saya ingin pulang. Udah deh.., daripada nggak ter-up-date ini blog setelah kemarin mengungkapkan sampai ketemu kembali, kalo gitu sekarang saya ucapkan selamat datang kembali di Kota Padang tercinta kawan..

Selanjutnya..

Sampai ketemu kembali

Setelah beberapa hari kemarin mudik hingga bisa bersama-sama lagi dengan keluarga tercinta, sekarang ternyata sudah kembali lagi ke Padang kota tercinta. Dan ternyata, kalau diperhatikan sekarang ini sepertinya waktu dimana orang-orang yang mudik harus kembali lagi ke kota tempat mereka sebelumnya. Kenyataannya berdasarkan hasil penglihatan saya, kota padang hari ini sudah mulai banyak terlihat para pemudik yang hendak kembali ke kotanya. Bahkan saya juga melihat banyak diantara mereka yang menggunakan kendaraan pribadi lebih memilih konvoi (jalan bersama-sama) mungkin untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, atau sekedar sebagai teman selama perjalanan.

Melihat semua itu, jadi kepingin ngerasain bagaimana rasanya jalan-jalan ke luar kota ketika lebaran, pasti enak nih. Oh iya, ternyata waktu-waktu seperti sekarang ini banyak juga yang dimanfaatkan untuk berliburan, seperti Pantai Gondoria, WaterBoom Padang Panjang, Jam Gadang, bahkan sampai ke taplau di Kota Padang sendiri. Ternyata oh ternyata, meskipun Kota Padang terlihat lengang, namun di lokasi-lokasi tertentu justru terlihat ramai.

Saya harap, bagi anda yang ingin kembali ke kota dimana anda tinggal, anda dapat berhati-hati selama perjalanan. Jangan lupa untuk memeriksa kembali apa yang sekiranya dibutuhkan selama perjalanan. Semoga Allah melindungi anda. Amin..

Selanjutnya..

Mohon maaf dun sanak

Dalam keindahan qalbu ada kekayaan jiwa. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan hati. Alangkah indahnya hidup ini, jika kita ada maaf diantara kita.

Kepada semua sanak dan rekan-rekan, uda Andi, Dhani, Bang Dhika, Duddy, Pak Budi dan semua dun sanak yang tidak tersebut namanya. Dari ujuang utara sampai selatan, kok ado talompek kato, tagigik lidah, sehinggo mambuek hati tasingguang mohon dimaafkan.

Saya satu diantara berjuta umat Islam ingin mengucapkan Minal aidin wal faidzin, Mohon maaf lahir jo bathin.

Selamat hari raya idul fitri 1429 H

Selanjutnya..