Ternyata bukan saya saja

Ternyata turunnya harga bensin tidak memberikan dampak yang berarti untuk kehidupan sekarang ini. Sepertinya naiknya harga-harga memang menjadi realita yang akan terus terjadi. Harapannya, dengan turunnya harga BBM bisa mempengaruhi harga-harga lainnya, tetapi ternyata justru tidak ada pengaruhnya. Kalau diibaratkan, harga-harga sekarang ini cenderung seperti asap. Artinya, bisa naik tapi nggak turun-turun karena terus naik dan naik.

Saya pikir saya saja yang berada dalam kondisi susah (ngeluh nih ceritanya), ternyata oh ternyata banyk juga teman-teman saya (mungkin juga orang lain) yang berkondisi sama seperti saya, atau bahkan justru lebih parah daripada saya. Pemasukan lebih besar daripada pengeluaran. Misalnya ketika mendapatkan uang, jika tidak pandai mengelola keuangan maka akan langsung habis. Tapi mengingat harga-harga sekarang ini serba mahal, maka sepertinya uang sudah tidak ada lagi artinya. Kalau jaman dulu, mungkin uang 50rb bisa beli ini beli itu, tapi sekarang apalah artinya uang dengan nominal 50rb.

Melihat hal ini, mau tidak mau ini memang menandakan bahwa pentingnya mengelola keuangan demi menjaga kelangsungan kehidupan. Tidak jarang dengan mengelola keuangan kita justru harus lebih mengencangkan ikat pinggang, alias berhemat-hemat. Mau ini, nggak bisa langsung dibeli, mau itu nggak bisa langsung dibeli, tapi harus dipikirkan untuk kebutuhan hidup besok. Orang bilang, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah blangsek.

Semua hal memang butuh pengelolaan, termasuk dalam hal keuangan. Oleh karena itu, bagi anda yang (mungkin) bernasib sama seperti saya, mau tidak mau harus pintar-pintar memanajemen keuangan agar bisa mencukupi kebutuhan kita di hari besok. Tapi yang sangat-sangat penting adalah, jangan berhenti untuk berusaha. Karena meskipun hidup sudah sangat-sangat susah, kita jangan menambah susah dengan berfikir susah. Let’s keep struggle!

Selanjutnya..

Apa sih yang nggak ada?

Internet.., di zaman yang serba canggih sekarang ini orang sudah banyak memanfaatkan teknologi, termasuk internet. Sepertinya teknologi memang sudah menjadi sebuah media yang sangat membantu bagi banyak orang, tetapi di lain sisi, teknologi justru juga bisa merusak jika tidak di manfaatkan dengan tujuan untuk yang positif. Kalau diingat tahun 90-an, sepertinya teknologi tidak secanggih seperti sekarang ini. Contoh kecilnya saja di bidang telekomunikasi. Tahun 90-an, kita masih sering menggunakan pager. Dimana kita hanya dapat menerima pesan dari pihak lain yang berkepentingan dengan kita (layaknya seperti sms). Tapi di akhir tahun 90-an, handphone justru perlahan membawa perubahan di zaman milenium serta perlahan sudah mulai menampakkan tren-nya. Dan kalau bicara masalah sekarang, wow.. sangat jauh sekali perbedaannya.

Segalanya berkembang sangat pesat. Baik itu ilmu, ataupun teknologi. Semua pengembangan serta penciptaan ide-ide ataupun metode baru banyak membawa perubahan. Baik itu dalam segi kinerja, kemudahan, efisiensi, hingga benar-benar terlihat tanpa batas (seperti layaknya hp atau internet). Apa sih yang ngga ada di internet, semuanya ada. Segala macam bentuk ilmu pengetahuan, hingga hal-hal yang mungkin sangat kita perlukan dapat di cari di intenet. Meskipun mungkin ada sebagian informasi yang kita cari tidak ditemukan, tapi sedikit banyaknya informasi-informasi yang mengarah pada topik yang ingin dicari sudah mendekati. Sampai toko baju, toko buku, vas antik, software, lagu, wallpaper, toko barang antik, dan lainnya.

Perlahan dunia semakin berubah. Dan kalau membayangkan masa depan, jadinya gimana ya?! Mungkin bisa seperti film ‘Back to the future’ kali ya? Dimana segalanya sudah sangat canggih, sampai-sampai kendaraan/transportasi saja sudah pada di atas awang-awang. kalo bicara masa depan, Unpredicted deh..

Selanjutnya..

Ah, saya lupa..

Alhamdulillah saya lupa.. Maksudnya disini saya lupa bahwa ternyata harga bensin sudah turun, yang biasanya Rp.5000,-/liter, sekarang Cuma Rp.4500,-/liter. Kan lumayan banget itu. Sebelumnya Rp.6000,/liter, trus turun menjadi Rp.5000,-/liter, kemudian sekarang turun lagi lima ratus perak menjadi Rp.4500,-/liter. Selisih harga yang 1500,- itu sangat signifikan sekali bagi saya, dan juga bagi orang-orang lainnya.

Tapi yang membingungkannya disini adalah, kok harga-harga barang belum turun ya?? Hihi.., bukannya saya ‘Belanda minta jatah’, alias sudah dikasih hati minta jantung. Karena logikanya harga bahan bakar akan menentukan harga-harga modal yang juga akan menentukan harga barang itu sendiri. Mungkin karena baru turun, jadi belum ada responnya kali ya?! Atau bisa jadi hal itu sekarang ini tidak berpengaruh terhadap harga-harga barang? Kemudian contoh lainnya adalah ongkos angkutan kota. Kabarnya pemerintah mengumumkan bahwa ongkos angkutan umum akan diturunkan sebesar 10 persen karena harga BBM yang juga telah turun. Semoga saja semua itu cepat terealisasi agar turunnya harga BBM dapat memberikan angin segar yang benar-benar signifikan bagi banyak orang.

Selanjutnya..

Menjelang Pemilu April 2009

Menuju bulan April - dimana Indonesia akan memilih pemimpin untuk memimpin bangsa ini menjadi lebih baik lagi -, ini justru membuat saya menjadi bingung. Seperti yang kita ketahui bahwa dalam pemilu nantinya, tentunya setiap kandidat harus melakukan promosi agar masyarakat mengetahui siapa siaja kandidat yang akan memasuki pemilu 2009 ini. Tidak jarang mereka memasang bendera partai, poster, billboard, baliho, sampai sticker di sepanjang jalan bahkan sampai sudut-sudut kota.

Metode tersebut memang wajar. Tetapi saya tidak habis pikir dengan para kandidat yang menempatkannya bukan pada tempatnya. Seperti memasang di pohon dengan cara memaku, sampai memasangnya di pagar rumah orang. Apakah cara itu di perbolehkan?!? Saya memang tidak tahu prosedur tentang hal ini, karena saya-pun menyadari bahwa diri saya bukanlah orang yang suka bermain di kancah politik {senyum}. Tapi melihat realita tersebut, seharusnya kita semua tidak harus melakukannya dengan cara-cara tersebut, tetapi akan lebih baik lagi jika bertindak bijaksana serta sesuai dengan prosedur yang telah di tentukan.

Jika melakukan promosi/kampanye dengan cara tersebut, hal yang sudah bisa dilihat adalah mengurangi keindahan lingkungan serta ketertiban umum. Fikirkan?! Apakah pohon yang tumbuh di jalanan diciptakan sebagai tempat promosi kampanye, atau apakah pagar rumah orang adalah media yang bebas digunakan untuk ditempelkan/di corat coret? Sekarang, bagaimana jika anda menjadi pohon tersebut? Atau, bagaimana perasaan anda ketika anda adalah pemilik dari rumah yang telah merasa dirugikan karena pagar anda telah di tempelkan/di corat coret oleh pernak-pernik tersebut?

Semoga hal ini tidak terjadi di seluruh tempat di indonesia.

Selanjutnya..

Cumi-cumi aneh


Dalam dunia ini memang ada hal-hal yang terkadang membuat kita antara percaya dan tidak percaya, dan semua itu adalah termasuk rahasiaNya. Yah, seperti salah satu gambar di samping ini. Anda mungkin sudah menyaksikan beritanya melalui berita-berita di koran, majalah, atau televisi. Karena adanya berita seperti itu saya justru jadi penasaran, apalagi juga berhubung lokasi saya berada di daerah yang berdomisili di Kota Padang, dimana ditemukan cumi-cumi aneh ini.

Kabarnya, berdasarkan informasi yang saya dapatkan, cumi-cumi aneh tersebut di dapatkan oleh seorang nelayan yang sedang melaut di sekitar pantai Padang, dan dia memang berniat ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan karena keunikannya itu. Tapi memang berhubung saya juga belum ada waktu untuk melihat langsung karena banyak kerjaan yang harus di selesaikan, jadi saya sendiri masih sangat penasaran ingin langsung melihatnya. Jika anda bertanya dari mana fotonya, itu saya dapatkan dari seorang teman saya yang membeli foto tersebut, dan saya re-pro (foto ulang melalui hp) lagi. Jadi maklum kalau gambarnya kurang jelas. Tetapi kalau diperhatikan dengan seksama, cumi-cumi aneh tersebut memang mirip dengan wajah manusia. Selain itu berdasarkan informasi dari televisi, badannya juga menyerupai tubuh wanita (ada payudara-nya). Percaya atau tidak, foto di samping adalah salah satu buktinya.

Selanjutnya..

Telkomspeedy sering putus-putus

Ini dia nih, seperti tulisan yang pernah saya buat terdahulu.. betapa tidak enaknya kalau koneksi internet tiba-tiba mati, atau sering putus-putus. Niatnya lagi mau download, tiba-tiba putus. Selain tidak nyaman, ternyata koneksi putus ternyata bisa menyebabkan kesal dan juga kehilangan inspirasi. Telkomspeedy ternyata sering putus-putus, sehingga serba salah kalau sudah putus-putus kaya’ gini. Berhubung belum tahu provider lain yang benar-benar bisa diandalkan, jadi ya mau gak mau tetap pakai telkomspeedy dulu.

Beberapa teman saya merekomendasikan mending main di warnet aja daripada pasang internet di rumah, tapi karena saya maunya supaya bisa nge-net semau saya, ya otomatis pasang internet di rumah lah. Ternyata eh ternyata, dampak dari ‘gantung’ kalo lagi nge-net ngeri juga yah. Nggak salah juga kalau salah seorang teman saya bilang, “Kalo koneksi lagi putus-putus, mendingan matiin tuh modemnya, trus shut down komputernya. Soalnya kamu lama-lama bisa emosi lho..”. tapi kalo di fikir-fikir bener juga sih, soalnya mau nge-net susah, mau matiin komputer gak ada kerjaan. Ya serba salah.. karena penasaran, saya sering menanyakan informasi mengenai hal ini sama teman-teman yang menggunakan telkomspeedy (paket personal khususnya), ternyata beberapa orang teman saya mengeluhkan hal yang sama. Berarti, prediksi saya sebelumnya yang menyalahkan gangguan terjadi karena virus, kabel telefon atau modem adalah salah. Jadi salah dimana yah..?? By the way, kalau sobat ada yang tahu provider yang lumayan lancar di Kota Padang tolong di infokan ya :-)

Selanjutnya..

Tukar judul

setelah beberapa bulan ini saya membuat blog ini, ternyata baru saya sadari bahwa nge-blog itu menyenangkan dan mengasyikkan. Karena dengan nge-blog saya bisa mempublikasikan tulisan-tulisan saya meskipun mungkin tulisan saya kurang berbobot, tetapi saya senang karena setidaknya bisa menuangkan isi hati, ide, ataupun jeritan unek-unek saya. Selain itu, nge-blog ternyata juga bukan aktivitas yang mudah. Kalau nge-blognya sih mudah, tetapi untuk dapat tetap konsisten nge-blog, itu cukup banyak ujiannya. Terutama dalam hal waktu, ide, inspirasi untuk materi postingan.

Jadi.., mungkin karena saya orangnya suka bosan, saya tukar judul pada blog ini yang tadinya Tulisan seorang anak Minang menjadi My thoughts and my voices. Ini dikarenakan blog ini berisikan fikiran, ide, dan juga ocehan-ocehan saya tentang realita kehidupan yang memiliki bermacam-macam lika liku juga pengalaman yang banyak sekali mengandung hikmah dan pelajaran.

Selanjutnya..

Kenapa ya..??

Yahoo, suatu media yang menyediakan fasilitas search engine serta e-mail gratis yang banyak di manfaatkan oleh banyak orang sekarang ini. Bahkan mungkin mayoritas orang-orang banyak menggunakan Yahoo untuk fasilitas e-mail mereka. Tapi kenapa kok akhir-akhir ini Yahoo sering mengecewakan. Saya sering kesulitan, dan bahkan gagal untuk login ketika ingin mengecek email, padahal biasanya fine-fine aja. Sejak beberapa hari belakangan ini saya sering merasa kesulitan untuk login/ngecek email di Yahoo. Hal ini di rasakan sama oleh beberapa orang teman saya (dengan menggunakan IP yang berbeda). Sudah coba pakai Mozilla, Internet Explorer, atau Flock, tapi tetap saja sama.

Berbeda halnya dengan Gmail. Fasilitas keluaran dari Google ini tidak ada masalah, bahkan saya akhirnya menyadari bahwa Gmail lebih cepat di akses ketimbang yahoo. Selain itu masalah search engine, Google lebih akurat daripada yahoo. Semoga akan segera pulih kembali, mengingat ada tugas yang dikirim melalui email, jadi mau tidak mau saya harus menunggu.. berhubung kadang-kadang mau, kadang-kadang tidak. Tapek dech.. :-(

Selanjutnya..

Seandainya Kota Padang menjadi Kota Metropolitan

Kita semua sering melihat acara-acara ataupun berita di televisi, di situ kita bisa melihat bagaimana gambaran tentang Kota Metropolitan. Salah satunya adalah jakarta. Kota Metropolitan memang identik dengan istilah waktu adalah uang, karena memang mayoritas orang-orang disana sangat menghargai waktu. Sepertinya itu dalah sebuah tuntutan dalam kerasnya kehidupan serta tuntutan ekonomi. Dimana banyak orang yang harus berpacu dengan waktu untuk bekerja keras. Selain itu, macet juga merupakan salah satu hal buruk yang harus di hadapi disana. Dari Pondok Gede ke Halim PK bisa memakan waktu kurang lebih satu jam. Itu sebenarnya bukan karena jarak yang relatif jauh, tapi karena faktor macet.

Berhubung teringat dan mencoba membayangkan kehidupan di kota metropolitan, jadi kebayang juga seandainya Kota Padang menjadi kota metropolitan juga. Bukan berarti itu tidak mungkin, karena tidak bisa di pungkiri bahwa kehidupan manusia bisa membuat daerah-daerah pinggiran menjadi pilihan bagi mereka sebagai tempat tinggal, dan juga tentunya perekonomian mengharuskan mereka untuk menuju pusat kota, dimana pusat kota merupakan sentralnya peerkonomian.

Perkembangan zaman sudah merubah segalanya, sampai-sampai perputaran waktu-pun bisa lebih cepat. Dimana layaknya seperti orang yang hidup di kota besar, harus bekerja untuk menjaga dapur agar terus mengepul. Mungkin ini merupakan sebuah pertanyaan yang harus segera di jawab dan juga di persiapkan oleh pemerintah daerah. Meskipun mungkin kota Padang masih cukup lama untuk menuju menjadi kota metropolitan, tapi tidak ada salahnya jika Pemerintah kota Padang mulai membayangkan dan merencanakan struktur tata kota agar ke depannya tidak menjadi masalah yang sangat berarti.

Tapi, kalau membayangkan dan mempertanyakan “Kapan ya kota Padang menjadi kota metropolitan?”, itu masih sebuah misteri. Yang terpenting semoga kota Padang siap untuk selalu beradaptasi dengan pertumbuhan penduduk serta perekonomian yang senantiasa selalu berkembang.

Selanjutnya..

Apakah sudah tidak ada lagi perdamaian?!

Kita semua sudah tahu dan bahkan sering menyaksikan bahwa sekarang ini sering ditayangkan tentang penyerangan Palestina secara besar-besaran. Sebelumnya, kita pasti juga masih ingat tentang kilas balik invasi Amerika ke Irak. Tapi sekarang.., lagi-lagi sebuah negara yang dimana notabene-nya adalah umat Islam. Kalau dipahami tentang latar belakang masalahnya, saya pribadi juga masih belum bisa menyimpulkan apa dan kenapa semuanya bisa terjadi. Tetapi, saya (pasti anda juga) merasa prihatin ketika melihat korban dari invasi yang dilakukan oleh Israel. Dimana banyak orang-orang yang tidak berdosa meninggal serta luka-luka, belum lagi anak-anak yang tidak tahu apa-apa cukup banyak yang tewas dalam invasi di Jalur Gaza itu.

Dibalik semua itu, tetapi salut untuk para organisasi atau lembaga-lembaga yang turut membantu Palestina. Indonesia sepertinya juga sangat peduli dengan kejadian ini, karena berdasarkan berita terakhir yang saya saksikan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mendesak PBB agar Israel bisa menghentikan invasi-nya tersebut. Saya yakin, diantara kita pasti merasa prihatin, apalagi jika anda adalah seorang muslim. Dimana sebuah penindasan telah terjadi terhadap saudara-saudara kita sendiri.

Oh Palestina..! We’ll always pray to you here. Allah blessing you, and also we as Moslem..!

Selanjutnya..

Selamat Baru 2009

Berhubung beberapa hari kemarin banyak kerjaan, jadi lagi-lagi agak terlambat untuk mengucapkan, “Selamat Tahun Baru 2009”. Musim hujan di sini membuat kita basah-basahan bagi yang merayakan tahun baru di Pantai Padang. Karena menjelang pukul 12 tepat (menjelang pesta kembang api), cuaca hujan sebentar. Dan juga setelah beberapa menit dari pukul 12 hujan lagi.. sehingga ya basah-basahan. Itulah yang namanya merayakan, ternyata happy-nya hanya sesaat. Setelah sampai di rumah, ternyata sejuta ingatan terfikirkan tentang semua hal yang harus diselesaikan serta target yang harus di capai.

Sekali lagi, “Selamat Tahun Baru 2009”. Semoga negara kita akan mengalami perubahan sesuai dengan harapan kita bersama. Selain itu, kita juga tentunya semoga di tahun 2009 ini menjadi sosok yang lebih baik lagi serta berguna bagi keluarga dan orang banyak. Amin..

Welcome to 2009.

Selanjutnya..