Sms sering telat

Baru beberapa hari yang lalu saya menuliskan tentang CDMA vs GSM, ternyata ada satu hal yang membuat saya menjadi semakin bingung dan justru tidak mengerti. Selain itu, mungkin ini sekligus saran dari saya untuk anda bagi yang menggunakan jaringan CDMA sebagai komunikasi nirkabel anda. Jika anda ingin mendapatkan tarif yang murah untuk melakukan percakapan, sebaiknya memang menggunakan CDMA. Tetapi jika anda ingin menggunakan feature sms, atau kita sering menyebutnya dengan berkirim pesan, akan lebih baik menggunakan jaringan GSM.

Jika anda bertanya mengenai hal diatas, karena biasanya fasilitas sms dengan menggunakan jaringan CDMA tidak secepat GSM, alias pesan yang dikirim sering terlambat (pending). Saya kira ini hanya saya saja yang merasakan kekurangan ini, tapi cukup banyak juga teman-teman saya yang menginformasikan mengenai hal ini. Penyebabnya, saya juga kurang tahu. Apakah CDMA memang diprioritaskan bagi konsumen yang ingin mendapatkan tarif murah untuk melakukan percakapan? Saya juga tidak tahu. Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang..

Selanjutnya..

Melestarikan musik Minang

Musik atau lagu-lagu Minang bagi sebagian orang memang enak di dengar, tapi belum tentu bagi generasi muda yang ada sekarang ini. Mereka justru cenderung menyukai musik dan lagu yang sedang gress ataupun berasal dari luar. Memang jika bicara musik, itu adalah tergantung selera masing-masing. Tapi yang sangat disayangkan, musik lokal kita sendiri menjadi terlupakan.

Contohnya anda bisa melihat, mungkin ada teman anda yang merasa gengsi atau justru muak mendengarkan lagu Minang. Alasannyapun sangat bervariatif, ada yang bilang cengeng, ada yang bilang jadul, ada yang bilang bahasa nggak ngerti, ada yang bilang lagunya nggak semangat, dsb. Sebenarnya lagu Minang sama seperti lagu-lagu lainnya, memiliki genre (aliran) yang berbeda-beda pula. Misalnya Pop, rock, country, dangdut, remix, dan itupun tergantung ciri khas musik dari penyanyi itu sendiri. Selain itu, keunikan dari lagu-lagu Minang dari sudut pandang tata bahasa (liriknya) sangat realistis. Karena tidak jarang lirik lagu Minang - atau ada yang juga yang menyebut dengan lirik lagu Padang - yang dibuat berdasarkan fenomena dari sisi kehidupan yang sebenarnya memang terjadi, baik dari sisi si pencipta ataupun memang dalam kehidupan ini.

Pergeseran musik Minang semoga tetap bisa menjadikan musik Minang bisa tetap ada dan juga bisa membudaya meskipun gamad atau mungkin saluang sudah jarang kita dengar. Karena bagaimanapun, itu adalah aset serta kebudayaan Minangkabau yang harus tetap dilestarikan. Selain itu saya yakin, banyak di luar sana (meskipun mungkin tidak seberapa) yang sebenarnya menyukai lagu Minang. Alasannya mungkin relatif, karena memang suka, atau dengan mendengarkan sambil mendendangkan lirik-lirik lagu Minang bisa mengurangi atau sekedar mengingat kampung halaman. Apalagi bagi perantau-perantau yang memang kampungnya asli dari ranah Minang. Semoga bukan kita semua (khususnya orang Minang) mampu menjaga, melestarikan, serta mencintai musik dan lagu Minang sebagai wujud kepedulian atas pergeseran kebudayaan yang sekarang terus menggerogoti kita dari segala aspek kehidupan ini.

Selanjutnya..

CDMA Vs GSM

Banyak orang yang mengatakan bahwa menggunakan jaringan CDMA sangat efisiensi, terutama dalam hal biaya percakapan. Realitanya memang benar, bahwa tarif yang ditawarkan dengan menggunakan CDMA sangat terjangkau. Apalagi bagi pelajar, atau masyarakat yang menginginkan untuk dapat melakukan percakapan dengan tarif yang terjangkau. Maka CDMA bisa menjadi solusi, atau alternatif untuk berhemat dalam melakukan percakapan secara mobile.

Berdasarkan wikipedia, sejarah CDMA (Code Division Multiple Access) dahulunya merupakan sebuah teknologi militer yang pertama kalinya digunakan pada Perang Dunia ke II oleh sekutu Inggris untuk menggagalkan usaha Jerman mengganggu transmisi mereka. Dan oleh karena itu, sekutu tidak mentransmisikan hanya pada satu frekuensi saja sehingga menyulitkan jerman untuk menangkap sinyal yang lengkap. Maka sejak itulah CDMA digunakan oleh banyak sistim telekomunikasi.

Itu kalau bicara sejarah CDMA. Memang tanpa disadari segala hal yang ada selalu berevolusi sehingga manusia bisa memanfaatkan keuntungan-keuntungan yang memiliki sisi negatif ataupun positif. Ya seperti jaringan CDMA ini, dengan tarif yang murah, tapi kita bisa melakukan percakapan sepuasnya tanpa harus memikirkan tarif yang harus dikeluarkan. Tapi.., itu hanya berlaku ke sesama operator saja! dan mungkin, itulah yang menyebabkan bagi sebagian orang bahwa ternyata tarif CDMA belum ‘tergolong murah’. Karena jika melakukan percakapan ke operator lain, maka biaya yang dikenakan cukup tinggi juga. Namun masalah tarif ini setidaknya telah mengalami perubahan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya (dimana kita hanya dapat memanfaatkan jaringan GSM). Dan satu lagi kekurangan dari jaringan berbasis CDMA yaitu sulitnya mengirim sms. Ini entah memang kelemahan dari operatornya, atau memang kelemahan yang benar-benar realitanya, tapi saya (dan teman-teman) memang sering mengalami hal ini pada salah satu operator yang ada di Indonesia.

Pilih GSM atau CDMA? Itu tergantung keputusan masing-masing orang. Karena semua operator yang ada pasti memiliki kekurangan, baik itu dari segi sinyal/coverage, tarif, ataupun pelayanannya. Mengingat semakin banyak pengguna telekomunikasi nirkabel/mobile saat ini, semoga saja telekomunikasi di Indonesia akan semakin baik ke depannya.

Selanjutnya..

Pilih 'Diam', 'Hanya memikirkan', atau 'Menyibukkan diri'?

Ternyata untuk mendapatkan sebuah impian sangat sulit. Ini bukannya saya tiba-tiba menjadi pesimis, tapi maksud saya yang menjadi kesulitannya adalah untuk bisa melawan setiap hambatan ataupun halangan yang membuat kita menjadi malas. Mungkin sebagian dari anda sering merasakan hal tersebut. Ketika anda semangat, maka anda akan semangat. Namun ketika anda sedang kehilangan semangat, maka anda akan tidak semangat. Semuanya seperti sebuah grafik, ada naik dan turun. Tapi itulah yang menjadi sebuah tantangan untuk bisa tetap konsisten terhadap keinginan yang harus direalisasikan. semuanya saling berkaitan, terutama dengan hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan untuk hidup. Salah satu hal yang sering menjadi masalah menurut saya adalah hal ini. Kita sering memikirkan tentang usaha atau rencana apa yang akan dilakukan, tetapi semua itu terkadang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tapi, sebenarnya dengan beraktivitas kita telah mencoba untuk mengubah segalanya. Logikanya, anda bisa membayangkan bagaimana jika kondisi anda diam, dan bagaimana keadaannya jika anda mencoba untuk beraktivitas dengan normal. Anda pasti bisa membedakan diantara keduanya. Selain itu, saya yakin jika anda menginginkan perubahan, maka anda akan terus beraktivitas daripada hanya diam dan menanti datangnya sebuah peluang ataupun inspirasi di dalam pikiran anda.

Selanjutnya..

Banjir oh banjir

Di Indonesia ada satu hal yang menjadikan kita menyadari bahwa ternyata harus lebih bijaksana terhadap lingkungan dan alam. Selain pesta demokrasi menjelang pemilihan umum, berita tentang banjir juga seakan menjadi bayangan. Ketika banjir sudah terjadi, siapa yang mau disalahkan?!? Kita tidak bisa menyalahkan bahwa penyebab banjir sepenuhnya adalah karena kesalahan pemerintah daerah. Karena sisi lain, kebijksanaan kita juga merupakan menjadi pemicu banjir itu sendiri. Di Jakarta, Solo, Kalimantan, dan masih ada daerah-daerah lainnya. Realita yang menurut saya sebenarnya adalah luar biasa. Jakarta, mengingat sebagai Ibukota Indonesia, ternyata justru tidak luput dari banjir.

Bukan hanya banjir dalam bentuk air saja, tetapi juga banjir spanduk, stiker, ataupun baliho-baliho yang disepanjang jalan protokol (bahkan sampai gang-gang) dipenuhi dengan promosi Caleg. Banyaknya partai yang ada sekarang ini membuat mata saya jadi jereng, “Jalan kesitu spanduk, jalan ke situ stiker, jalan kesitu baliho, sampe-sampe kalo jalan-jalan jadi lupa mau kemana (hihihi..)”.

Masih banyak yang harus dibenahi di Negara tercinta ini. Selain infrastruktur pembangunan, tetapi juga bagaimana caranya agar kita bisa hidup makmur. Harapan saya pada postingan banjir oh banjir ini hanyalah menginginkan sebuah kedamaian dan kesejahteraan yang sebenarnya untuk kita semua. Bersikap bijaksana dan peduli terhadap lingkungan, serta menjadikan pesta demokrasi di Indonesia lancar, ditambah juga dengan pemimpin kita yang bijaksana kelak, Insya Allah Indonesia bisa terlepas dari istilah negara yang berkembang menjadi bertumbuh.

Selanjutnya..

Cara mencuri ilmu

Mencuri tidak selalu bisa dikatakan sebagai suatu aktivitas yang buruk, karena ada beberapa hal yang berkategori bahwa mencuri itu adalah baik. Salah satunya adalah mencuri ilmu. Pada dasarnya suatu ilmu bisa didapatkan dengan berbagai cara, seperti membaca, melihat, mendengar, melakukan, atau dengan bertanya. Semua cara tersebut merupakan cara-cara yang dilakukan oleh sebagian besar diantara kita dalam proses belajar, yang bertujuan untuk mendapatkan ilmu.

Tapi sebelumnya untuk memperjelas. Adakalanya kita belajar untuk mengetahui sebuah hal dengan cara bertanya. Misalnya, kita bertanya kepada Nina, mengenai bagaimana caranya untuk menambah merawat handphone dengan baik dan benar agar handphone awet. Maka Nina pun akan menjawab pertanyaan kita dengan beberapa poin. Mudah bukan? Kenapa? Karena Itu adalah sebuah pertanyaan yang wajar. Tapi bagaimana jika kita bertanya mengenai sesuatu hal pada seseorang, tetapi sepertinya sulit bagi orang tersebut untuk mengajarkannya pada kita? Maka dari itu, disini saya akan memberikan bagaimana caranya untuk mencuri ilmu dari seseorang. Atau agar lebih singkat saya menyebutnya dengan cara mencuri ilmu.

Awali dengan pujian. Cara pertama ini, adalah dengan memujinya. Kalau kamu sulit rasanya untuk bisa mendapatkan sebuah ilmu dari seseorang, tidak ada salahnya kamu berbasa basa dengan sedikit bermanis mulut untuk bisa mendapatkan suatu ilmu yang kamu inginkan dari seseorang. Karena ketika kamu memuji seseorang, dia akan berada pada kondisi yang lebih baik dari sebelumnya. Dan kemudian, silahkan kamu gencarkan deh sedikit demi sedikit dari pertanyaan yang ingin kamu ketahui jawabannya.

Cobalah untuk traktir dia. Jika cara pertama sudah kamu coba tak tidak berhasil, coba cara kedua ini. Cara kedua ini memang mau nggak mau harus mengeluarkan uang. Tapi sepertinya itu bukan masalah, karena terkadang untuk mendapatkan sebuah ilmu itu sulit, atau bisa juga mahal. Tapi dengan traktiran kamu, ditambah dengan kondisi yang ada hanya kamu dan dia, maka sedikit banyaknya kamu akan berpeluang mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada di otak kamu. Selain itu, karena yang ada hanya kamu dan dia, maka bisa jadi kondisinya akan lebih relax.

Menjadi asistennya. Ini adalah jalan terakhir demi mendapatkan ilmu yang kamu inginkan. Nggak ada salahnya kamu menjadi relawan demi mendapatkan sebuah ilmu. Dan satu lagi, biasanya suatu ilmu pada kondisi ini menyangkut tentang duit, atau lebih tepatnya suatu cara yang berhubungan dengan profesinya. Dengan menjadi asistennya, secara tidak langsung kamu akan terjun pada hal-hal yang ingin kamu ketahui agar kamu bisa mendapatkan caranya dengan sedetail-detailnya. Selain itu, dengan menjadi asistennya kamu bisa mendapatkan semua hal-hal yang terkadang tidak ingin kamu ketahui secara detail berdasarkan analisis dari praktek-praktek yang telah kamu lakukan.

Kalau ketiga cara itu kurang ampuh, well.. mau nggak mau kamu harus bisa menjadikan motivasi tersendiri bagi kamu. Kalau suka yang gratis, mungkin kamu harus belajar secara otodidak (belajar sendiri). Tapi jangan salah, kalau kamu berhasil belajar untuk mendapatkan suatu ilmu secara otodidak, itu dahsyat rasanya lho ;)

Selanjutnya..